Metro Last Light
Johan Felisitas | Jumat, Mei 17, 2013 |
FPS
Salah satu game yang paling ditunggu tahun depan nanti adalah Metro:
Last Light. Berawal dari prequelnya Metro 2033 yang ketika dirilis dua
tahun yang lalu, Metro 2033 disebut-sebut sebagai “mahakarya yang
cacat”: Banyak sekali nilai plusnya, tapi banyak juga masalahnya. Tapi
tetap saja, game yang satu itu mendapat respons yang sangat positif, di
mana cerita, gameplay hingga grafis yang menawan begitu memanjakan para
gamer untuk menikmati Metro 2033, jadi sequel-nya juga sangat
dinantikan.
Dan dunia post apocalyptic dalam Metro: Last Light kita akan disuguhi aksi FPS yang menegangkan dengan setting yang mencekam, serta elemen stealth yang terintegrasi dengan mulus ke dalam gameplay keseluruhannya. Kualitas visual yang ditampilkan oleh proprietary engine buatan 4A Games juga akan benar-benar menghidupkan dunia Metro yang kelam, sementara physics engine-nya akan menghadirkan animasi yang realistis serta destructible environment yang akan menjadikan pertarungan semakin taktis. Untuk sisi gameplay sendiri, akan diperkenalkan fitur yang bernama dynamic action. Dimana gamer tidak akan pernah bisa diam disebuah titik untuk berlindung karena tempat berlindungnya itu sendiri bisa dihancurkan. Tidak lupa fitur multiplayer akan disediakan untuk Metro Last Light.
Dan tentu saja, seperti yang menjadi ciri khas pendahulunya, Metro: Last Light akan menghadirkan elemen horor dalam porsi yang cukup besar. Last Light akan memanfaatkan lingkungan sebagai perhatian khusus untuk menyampaikan cerita dan tidak akan mendaur ulang terlalu banyak aset. Jadi akan ada variasi visual yang disajikan mulai dari area bawah tanah sampai area paska kiamat. Pertarungan melawan manusia da mutan juga akan bervariasi sesuai dengan lingkungan mereka berada.
THQ ingin Last Light terbentuk menjadi game yang lebih kearah District 9 daripada kearah Transformers, sehingga menjadi sesuatu yang memiliki nilai artistik, sesuai dengan keinginan developer. THQ menyadari bahwa penting untuk mengijinkan studio game bekerja sesuai dengan pandangan serta ambisi mereka.
Dan dunia post apocalyptic dalam Metro: Last Light kita akan disuguhi aksi FPS yang menegangkan dengan setting yang mencekam, serta elemen stealth yang terintegrasi dengan mulus ke dalam gameplay keseluruhannya. Kualitas visual yang ditampilkan oleh proprietary engine buatan 4A Games juga akan benar-benar menghidupkan dunia Metro yang kelam, sementara physics engine-nya akan menghadirkan animasi yang realistis serta destructible environment yang akan menjadikan pertarungan semakin taktis. Untuk sisi gameplay sendiri, akan diperkenalkan fitur yang bernama dynamic action. Dimana gamer tidak akan pernah bisa diam disebuah titik untuk berlindung karena tempat berlindungnya itu sendiri bisa dihancurkan. Tidak lupa fitur multiplayer akan disediakan untuk Metro Last Light.
Dan tentu saja, seperti yang menjadi ciri khas pendahulunya, Metro: Last Light akan menghadirkan elemen horor dalam porsi yang cukup besar. Last Light akan memanfaatkan lingkungan sebagai perhatian khusus untuk menyampaikan cerita dan tidak akan mendaur ulang terlalu banyak aset. Jadi akan ada variasi visual yang disajikan mulai dari area bawah tanah sampai area paska kiamat. Pertarungan melawan manusia da mutan juga akan bervariasi sesuai dengan lingkungan mereka berada.
THQ ingin Last Light terbentuk menjadi game yang lebih kearah District 9 daripada kearah Transformers, sehingga menjadi sesuatu yang memiliki nilai artistik, sesuai dengan keinginan developer. THQ menyadari bahwa penting untuk mengijinkan studio game bekerja sesuai dengan pandangan serta ambisi mereka.
Unreal Tournament 3 Black Edition
Johan Felisitas | Rabu, Mei 08, 2013 |
FPS
Unreal Tournament 3 mungkin tidak menawarkan sesuatu yang baru,
mungkin bagi yang pernah memainkan Unreal Tournament 2004 akan
merasakan hal yang sama. Game ini masih seperti dulu dan tidak
menawarkan suatu perubahan yang berarti, tentunya hal ini diluar
peningkatan grafis dan penambahan map. Bohong rasanya bila kita tidak
tertarik dengan Unreal Tournament 3, sementara semua FPS mulai
bergeser menjadi lambat dan memakai kecepatan permainan ala militer
yang perlahan dan penuh taktik, Unreal Tournament 3 tetap memakai cara lama dan bahkan gameplay yang dihadirkan terasa lebih cepat dan sangat menyenangkan sekaligus menegangkan.
Seri Unreal biasanya tidak pernah mengedepankan mode single
player ataupun cerita, tapi seperti biasanya episode Unreal kali ini
juga memiliki mode cerita. Cerita dilalui dengan pertempuran yang kita
lakukan melawan bot yang ada di dalam game, cerita yang berjalan terkesan biasa saja dan miskin event. Pada episode kali ini diceritakan bahawa Unreal Tournament bukan lagi berbentuk kompetisi olahraga, Unreal
sudah menjelma menjadi zona perang seutuhnya dan tugasmu adalah
mengalahkan seorang wanita jahat ras Necris yang menyerang kolonimu
secara membabi-buta. Kamu adalah salah orang yang selamat dari serangan
tersebut dan bergabung dengan sebuah perusahaan penguasa suatu wilayah
dan bertempur demi merebut wilayah lainnya yang dikuasai oleh
perusahaan lain. Mode single player berfungsi sebagai sebuah pemanasan
yang lumayan menarik selama lima sampai tujuh jam sebelum kita
bertempur pada area multiplayer yang merupakan esensi sebenarnya dari
serial Unreal Tournament. Mode single player dapat dimainkan secara koperatif dengan tiga orang lainnya, hal ini cukup menarik dan lumayan seru. Bot dalam game ini bisa diubah-ubah tingkat kesulitannya, pada tingkat paling bawah semua bot
akan terlihat bodoh dan idiot, mereka tidak akan berputar dan berusaha
menembakmu apabila kamu menembak mereka dari belakang. Pada tingkat
tersulit, bot yang ada dalam game ini terlihat sangat impresif dan sangat jarang meleset, bukan suatu hal yang mustahil mengalahkan bot pada tingkat tersulit tetapi hal tersebut membutuhkan sedikit usaha ekstra dan pengalaman yang banyak dalam memainkan serial Unreal Tournament.
Map yang ada pada single player dipakai kembali pada mode multiplayer,
mungkin beberapa modifiasi dapat dilakukan oleh pemilik game ini di PC
tetapi belum pernah terlihat pada versi PS3. Kamu akan memilih server tempat kamu bertempur melalui browser
layaknya game multiplayer biasa, fungsi pencarian dalam mode
multiplayer sudah ditingkatkan sedemikian rupa agar memudahkan pemain
menemukan server yang dia cari dengan cara menghadirkan pilihan berdasarkan kategori server. Unreal Tournament 3 menghadirkan enam buah mode pertempuran antara lain, deathmatch yang merupakan ronde free for all, team deathmatch seperti deathmatch biasa hanya berbeda pada pembagian kelompok, duel yang mengharuskan pertempuran 1 lawan 1. Tiga mode di atas merupakan mode deathmatch yang lumrah pada Unreal Tournament. Mode lainnya adalah, capture the flag yang
mengharuskan kamu untuk mengambil bendera milik musuh lalu membawanya
kembali ke markasmu, bedanya kali ini kamu akan mendapatkan beberapa
kendaraan baru serta senjata bernama translocator yang dapat dipakai untuk berpindah ruangan.
Di game God Mode pemain akan memerankan karakter yang merupakan
keturunan dari dewa kuno yang berubah menjadi manusia biasa setelah
keluarganya diusir dari Mount Olympus. Untuk membalaskan dendam kepada
pihak yang telah mengusir mereka dan merebut kembali tempat tinggal
mereka di masa lalu, pemain harus berpetualang melalui Maze of Hades di dunia bawah tanah. Game ini menawarkan "gameplay yang non-linear,
adegan tembak-menembak yang cepat dan seru," dan "gerombolan musuh yang
akan memenuhi layar TV/Monitor pemain." Selain menghadirkan misi single-player, game ini juga akan berisi mode online dan offline (LAN) co-op yang dapat menampung sampai dengan empat orang pemain.
Pemain dapat mengkustomisasi kostum dan equipment karakter mereka dan mengakses lebih dari 11 jenis senjata, serta meluncurkan serangan spesial jika "Rage" pemain sudah penuh.
Star Trek Video Game
Johan Felisitas | Sabtu, April 27, 2013 |
TPS
Dalam game ini anda disuguhkan perjalanan yang menakjubkan diantara
planet-planet yang belum pernah tersentuh dan juga kapal-kapal perang
musuh kemudian dipersenjatai dengan senjata terbaru di abad ke-23. Anda
dapat memerankan karakter Kirk maupun Spock, yang bekerjasama untuk
menghentikan serangan musuh yag berusaha mengambil alih kekuasaan dari
galaxy.
Mode co-op juga disediakan untuk bermain berdua menjadi Kirk dan Spock.
Pada mode co-op ini anda dan teman anda akan menemukan task yang berbeda
namun akan saling ter-synchronize pada akhirnya. Menariknya lagi anda
bisa tenggelam dan menyusuri ruang angkasa dengan bebas, anda bisa
mengendalikan Enterprise. Storyline Star Trek juga dijanjikan akan
sangat complex dan besar, dan salah satu nama yang menjadi musuh Kirk
adalah Gorn yang mengancam akan menghancurkan seluruh galaxy.Developer Digital Extremes menjanjikan akan terdapat banyak aspek yang
anda dapatkan dan rasakan dalam game ini. Misi yang menarik,
berjalan-jalan ke berbagai planet, dan ketika di dalam kapal Enterprise
anda bisa menyusuri area yang sebelumnya anda pernah tahu seperti the
bridge, transporter room dan shuttle bay. Namun juga anda bisa memasuki
area yang belum pernah anda lihat sebelumnya yaitu crew quarters, warp
core, dab turbo-lift shaft. Developer menginginkan pemain untuk bisa
menggunakan Tricorder dan men-scan benda-benda hidup di luar angkasa.
Karena sesungguhnya inilah yang dinamakan bermain Star Trek.
Dead Island Riptide
Johan Felisitas | Sabtu, April 27, 2013 |
Adventure
Pihak Deep Silver telah mengumumkan rincian terbaru untuk karakter
kelima dan dan salah satu lokasi terbaru dalam Dead Island Riptide yang
merupakan installment terbaru untuk serial Dead Island. Selain itu pihak
Deep Silver juga memberikan screenshot terbaru yang memperlihatkan
kengerian dalam game ini.
Lokasi terbaru dalam ini adalah adalah Henderson Town yang terletak di
pulau Palanai. Pulau Palanai memiliki sebuah kapal untuk digunakan para
turis saat mengelilingi hutan yang belum tersentuh dalam pulai ini.
Pusat dari pulau Palanai adalah sebuah kota mewah yang bernama Henderson
Town yang telah berkembang hingga seperti menjadi kota pelabuhan di
Mediterania.
Setelah musim hujan ketika terjadi tragedi di kepulauan Banoi, Henderson
Town kemudian digenangi oleh banjir dan sebagian bangunan ditinggalkan
hingga menjadi rusak begitu saja. Anda bersama dengan rekan 1 tim
lainnya akan berjuang untuk mencari dataran tinggi untuk menghindari
tingginya air dimana terdapat ancaman yang tidak terlihat dibalik
tenangnya permukaan air.
Sementara itu, pihak Deep Silver juga memperkenalkan karakter John Morgan yang akan menjadi karakter kelima di dalam game Dead Island Riptide. Karakter tersebut juga akan dilengkapi dengan skillset yang baru dan unik. Pihak Deep Silver menggambarkan karakter John Morgan sebagai orang yang bertahun-tahun berlatih dan hingga menjadi master dalam hand combat. John Morgan juga merupakan mantan US Navy yang akhirnya menjadi seorang koki sebuah kapal militer (mirip dengan Steven Seagal).
Sementara itu, pihak Deep Silver juga memperkenalkan karakter John Morgan yang akan menjadi karakter kelima di dalam game Dead Island Riptide. Karakter tersebut juga akan dilengkapi dengan skillset yang baru dan unik. Pihak Deep Silver menggambarkan karakter John Morgan sebagai orang yang bertahun-tahun berlatih dan hingga menjadi master dalam hand combat. John Morgan juga merupakan mantan US Navy yang akhirnya menjadi seorang koki sebuah kapal militer (mirip dengan Steven Seagal).
Game ini akan menjadi lanjutan dari game Dead Island yang pertama dimana
Anda dan rekan 1 tim Anda berhasil selamat dari serangan zombie pertama
di sebuah resort di pulau Banoi. Lalu setelah selamat dan berada di
sebuah kapal militer, Anda harus berhuang untuk dapat bertahan hidup
kembali setelah kapal militer yang Anda tumpangi terkena badai dan
terdampar di pulau Palanai. Anda tidak hanya harus bertahan hidup dari
serangan para zombie tapi juga menghadapi cuaca ekstrim di pulau
tersebut.
Bioshock Infinite
Johan Felisitas | Jumat, Maret 29, 2013 |
FPS
Dari semua franchise FPS yang tersebar di pasaran saat ini, Bioshock
memang memiliki tempat khusus di hati para gamer. Ketika franchise lain
berlomba-lomba untuk mengusung tema military shooter dan meraciknya
menjadi serealistis mungkin, Bioshock menawakan sesuatu yang berbeda.
Dua seri awalnya membawa gamer dalam sebuah dunia yang surealis. Tidak
hanya menyeramkan, Ken Levine meramunya dengan sebuah tema dan plot
filosofis yang berat, cukup untuk membuat pompa adrenalin gamer secara
konstan terpompa. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika antisipasi
terhadap seri terbaru – Bioshock: Infinite begitu luar biasa. Setelah
melewati beberapa kali penundaan yang sempat memicu kecemasan
tersendiri, Bioshock: Infinite akhirnya dirilis ke pasaran. Bersiaplah
untuk menjelajahi Columbia yang Mengagumkan
Lantas bagaimana dengan sisi gameplay nya sendiri? Secara mendasar, tidak banyak yang berbeda. Anda masih harus menggunakan varian senjata api untuk membasmi setiap ancaman yang ada, termasuk memaksimalkan kemampuan magis bernama “Vigor” yang akan terus bertambah seiring dengan progress permainan. Satu-satunya yang berbeda hanyalah kehadiran sosok yang selama ini sudah diperkenalkan sebagai fokus Bioshock Infinite – Elizabeth. Wanita super manis nan lugu yang belum pernah mengecap Columbia sebelumnya ini memang menjadi daya tarik yang sulit untuk ditolak. Karakternya dibangun sangat solid, karakter, voice act, hingga gerakan tubuhnya akan membuat Anda terbuai, terserap dalam usaha untuk terus melindunginya. Tidak hanya secara visual, Irrational juga berhasil menyuntikkan AI yang luar biasa untuknya. Ia tidak hanya mampu melindungi dirinya, Elizabeth juga akan terus menyuplai Anda dengan beragam elemen krusial yang Anda butuhkan dalam pertempuran. Ketika tidak sedang beraksi, Elizabeth terlihat dinamis lewat interaksinya yang begitu alami dengan lingkungan sekitarnya.
The Walking Dead Survival Instinct
Johan Felisitas | Jumat, Maret 29, 2013 |
FPS
Hampir semua gamer yang sempat mengikuti film seri The Walking
Dead tentu saja mengidolakan dan memimpikan peran sebagai seorang Daryl
Dixon. Berbeda dengan sebagian karakter lain yang terlibat dalam drama
dan mendayu, Daryl merepresentasikan karakter badass yang tidak segan
untuk menempuh resiko untuk bertahan hidup. Kesempatan untuk memerankan
sosok yang satu ini akhirnya muncul di seri game teranyar yang dirilis
oleh Terminal Reality dan Activision yang satu ini.
Anda akan beraksi dalam timeline sebelum event di Walking Dead season
pertama. Sebagai pembuka, Anda akan berperan sebagai ayah Dixon yang
diceritakan tengah berburu bersama dengan teman-temannya. Tutorial
singkat ini memberikan sedikit gambaran tentang horror yang Anda
temukan. Tewas dalam serangan Walker, Anda pun akan mengambil alih peran
sebagai Daryl Dixon dalam usahanya untuk melarikan diri ke Atlanta.
Perjalanan panjang pun dimulai. Lari dari para kejaran Walker yang
berbahaya, Dixon juga harus mencari berbagai bahan kebutuhan untuk
bertahan hidup selama pelariannya, dari makanan hingga bahan bakar untuk
mobil. Petualangan penuh mimpi buruk pun dimulai.




